RSS

Gombalan Palsu

15 Januari 2014

Ada yang bilang,
ketika kita mencintai seseorang,
hanya disebut namanya saja,
jantung berdegub tak karuan.
Bahkan,
hanya dengan melihat namanya tertulis saja,
pipi bersemu malu tak tertahankan.
Ibarat berdiri, akan lunglai kaki menapak.
Ibarat bibir, sejurus kemudian senyum terkembang.

Sayang lidah tak bertulang.

Banyak yang mengaku mencintai-Nya,
Namun surat cinta bertulis nama-Nya saja terasa tak menarik mata.
Nama-Nya terdengar, tiada sedikitpun getaran terasa.
Bahkan,
panggilan mesra-Nya disambut dengan lenguhan kekesalan;
“Haduuuh, udah adzan lagi aja!”

Lantas,
pantaskah kita disebut mencintai-Nya?
ataukah hanya sekadar gombalan palsu belaka?

(AFA)

muslimah1

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 7, 2014 in Puisi

 

Fase Baru

Aku mungkin tak seberingas Umar bin Khattab,
sebelum beliau masuk Islam,
menghina Islam yang Mulia,
mengubur anak perempuannya,
bahkan ingin membunuh Nabi kita tercinta.,

Tapi Aku juga tak sesholeh Umar bin Khattab,
setelah beliau masuk Islam,
tampil di garda terdepan setiap peperangan,
gagah berani menghalau setiap musuh-musuh Islam,
Pedangnya menjadi saksi perjuangan,
Khalifah yang memikirkan rakyatnya siang malam,
menangis pilu di malam buta mengingat apa yang ia lakukan dulu,
hingga garis tegas air mata tergores di wajahnya.,

Tapi Aku juga punya masa lalu.
yang bahkan aku tak sanggup untuk sekedar membayangkannya.
yang aku tak ingin sedetik pun kembali.
yang aku tinggalkan jauh.. jauh di belakang.

inilah fase baru dalam hidupku,
karena aku yakin pada sebuah kalimat indah firmanNya.
“Janganlah kamu berputus asa terhadap rahmat Allah”
Yaa Robbi, tetapkanlah aku dalam perubahanku.
Jangan ubah aku kecuali dengan apa yang lebih baik dari ini,
yang lebih mendekatkanku padaMu.

(AFA)

[Assausan, 01 Agustus 2013]
penghujung malam pertama bulan baru.

23 Ramadhan 1434 H
bulan yang dicinta hampir tiba di penghujungnya.

air20mata20taubat

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 6, 2014 in Puisi

 

Rahasia Mulia

Inilah kisah cinta suci
cinta yang selalu terjaga kerahasiaannya,
baik dalam sikap, kata, maupun ekspresi.

Lelaki mulia, akan bersanding dengan wanita mulia.
Wanita mulia, akan bersanding dengan lelaki mulia.

Tersebutlah Sahabat Ali bin Abi Thalib.
Sesungguhnya,
Sudah lama ia memendam rasa,
Pada putri kesayangan Rosulullah yang mulia,
Fathimah Azzahra.

Dua kali Ali  menahan gemuruh di dadanya,
Abu Bakar dan Umar melamar Fathimah;  wanita mulia,
Tapi tiada bersambut jua.
Berguman ia; Lalu, siapakah sesungguhnya yang diharapkannya?

Ali memberanikan diri di akhirnya,
Menyampaikan isi hati yang lama dipendamnya.
Ahlan wa sahlan, diiringi senyuman Rosulullah, ia diterima.
Baju besi menjadi saksi,
Penyatuan dua insan dalam mahligai pernikahan yang hakiki.

Romansa belum berakhir di sana,
Bercakap mereka setelah pernikahan yang penuh keberkahanNya.

Pun sejak dulu Fathimah telah memendam rasa
Kepada seorang lelaki mulia,
Dengan malu-malu ia bersuara;
“Suamiku, maafkan aku,
karena sebelum menikah denganmu,
aku pernah satu kali merasakan jatuh cinta kepada seorang pemuda,
dan aku ingin menikah dengannya”,

Ali bertanya;
“Istriku, mengapa kau tak menikah dengannya?
apakah kini kau menyesal menikah denganku?”

Satu kalimat pamungkas dituturkan,
Mengetarkan hati yang mendengarkan, penuh kebahagiaan;
Sambil tersenyum Fathimah menjawab,
“Pemuda itu adalah dirimu”.

Sungguh, Allah Maha Menyaksikan,
mana cinta yang tulus murni karenaNya,
Dan sungguh Dia akan membukakan jalan,
dari apa yang mungkin tidak pernah disangka sebelumnya.

(Jakarta, 22 Mei 2014)
AFA

Apa-tujuan-pernikahan

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 6, 2014 in Puisi

 

Resume: Risalah Dakwah Thulabiyah (Drs. Mahfudz Siddiq)

Gerakan Mahasiswa di pentas sejarah dunia

            Peranan gerakan mahasiswa sangat menentukan dalam sejarah pergolakan dan perubahan sosial di banyak negara. Dengan keberanian dan semangat yang ada mahasiswa mampu mengukir sejarah perjuangan di berbagai benua di dunia (Eropa, Amerika, Afrika, Asia, dsb). Dalam perjuangannya tidak selalu diakhiri dengan kemenangan. Tetapi ide-ide perjuangan mahasiswa akan terus hidup sampai kemenangan diraih oleh para penerus dan pendukung gerakan ini.

 Benang merah perlawanan

Titik-titik persamaan gerakan mahasiswa di seluruh dunia :

  1. lahir dari kondisi masyarakat di mana tidak sesuai dengan cita-cita Negara dan harapan masyarakat.
  2. merespon situasi tersebut atas dasar kesadaran moral, tanggung jawab intelektual dan pengabdian sosial.
  3. pelopor dari aksi perlawanan yang memicu tampilnya dukungan serta aksi-aksi sejenis.
  4. modelnya terorganisir dan radikal yang dilandasi oleh ideologi atau keyakinan terhadap sistem nilai tertentu.
  5. perlu beraliansi dengan unsur-unsur gerakan lain agar tercapainya tujuan perjuangan.
  6. tahapan sasaran perjuangan: tuntutan otonomi dan kebebasan mimbar kampus, sikap kritis terhadap kebijakan pembangunan, tuntutan dan tekanan terhadap pemerintahan yang otoriter, penggulingan rezim yang berkuasa, dan mendorong demokratisasi oleh pemerintahan baru.

Kunci kekuatan kaum pelajar dan mahasiswa adalah : idealisme, kecerdasan, sikap kritis dan kepekaan sosial, keberanian, dan pengorbanan.

 Sejarah Dakwah Islam dan Peranan Pemuda

            Pemuda merupakan tulang inti perjuangan dakwah. Banyak sekali cerita tentang para pemuda dalam Al-Qur’an seperti Nabi Ibrahim muda yang cerdas dan kritis terhadap kemapanan ideologi yang telah menyesatkan kaumnya, Raja Daud muda dengan keberanian terhadap rezim tirani Jalut, tentang ashabul Ukhdud yaitu sekumpulan pemuda yang memberontak kekuasaan kuffar di tengah ketidakberdayaan masyarakat, cerita tentang Ashabul Kahfi, Nabi Yusuf muda, dan cerita spektakuler Nabi sepanjang masa Muhammad SAW.

 Rahasia Kekuatan Pemuda

Rahasia kekuatan para pemuda dalam Al-Quran yaitu :

1. Qowiyyun Amin (sosok yang kuat dan dipercaya)

2. Hafidzun ‘Aliim (mampu memelihara atau menjaga dan berpengetahuan luas)

3. Bastolan fil-‘Ilmi wal-‘Jismi (unggul pada kekuatan ilmu dan fisik)

4. Raufun Rahiim (santun dan pengasih)

 

Lima faktor prinsipil dalam mengorganisasi kekuatan perjuangan:

  1. faktor kekuatan asas perjuangan (Aamanuu bi-Rabbihim), Iman kepada Allah SWT.
  2. faktor kekuatan konsep dan metode perjuangan ( wa-Zidnaahum Hudaa), bersumber dan merujuk kepada petunjuk Allah SWT
  3. faktor kekuatan persatuan (wa-Rabathna ‘ala Quluubihim), semangat persatuan dan keterikatan yang mencakup persatuan hati (‘Amal Jama’i). dari keterikatan hati akan lahir semangat kebersamaan (ruhul-jama’ah), semangat persaudaraan (ruhul ukhuwah), semangat berkorban (ruhul hadzl wal-tadhiyah). Solidaritas personal dan organisasi ( matanalul afrad wat-tanzhim) serta keyakinan akan kemenangan (al-yaqin ‘alan nashr wal-fath)
  4. faktor kekuatan sikap dan sisi perjuangan (idz Qaamuu), yaitu mauqif (sikap yang jelas dan tegas), bisa menghimun dan mengelola sumber-sumber kekuatan)
  5. faktor kekuatan aksi dan opini, yang akan efektif manakala : memiliki isu sentral “la Ilaha Illa-Llah”, konsistensi misi, imunitas kepentingan perjuangan dimana proses perjuangan dilandasi aqidah, fikrah dan manhaj, kesinambungan aksi dan opini yang luas (mustamirah).

Rahasia kesuksesan kebangkitan Islam adalah manakala syarat-syarat tegaknya Islam di kali pertamanya, bisa dipenuhi kembali. Salah satunya adalah tersedianya pera pemuda pejuang yang yakin dengan Allah dan berjuang secara konsisten melalui petunjuk Allah.

Tujuan dan sasaran dakwah Thulabiyah

Tujuan dakwah Islam :

  1. Membangun kembali identitas Islam pada masyarakat muslim yang tercermin dalam keyakinan dan kepribadiannya sebagai individu muslim.
  2. merangakai kembali unsur-unsur persatuan, persaudaraan dan kekuatan Islam untuk membangun Ummatan Wahidah.
  3. mengokohkan fikrah dan syariat Islam dalam semua sistem kehidupan umat untuk melahirkan Khairu Ummah.
  4. mengembalikan peran ummat sebagai guru dunia dan mercusuar peradaban umat manusia sehingga Islam menjadi rahmatan lil ‘alamin.

 Sasaran dakwah Islam yang harus diperjuangkan:

  1. terbangunnnya kesadaran dan pemahaman Islam secara meluas di tengah-tengah masyarakat melalui jalan pendidikan, pengajaran, dan media massa.
  2. terbangunnya institusi keluarga islami di tengah masyarakat muslim yang berperan sebagai madrasah pencetak generasi islam dan unsur inti pebentukan masyarakat islami
  3. berkembangnya pemikiran dan budaya islami yang mewarnai berbagai gerak kehidupan masyarakat secara kolektif.
  4. berkembangnya berbagai infrastruktur dan institusi ynag bekerja berdasarkan prinsip-prinsip ajaran islam, termasuk pola interaksi manusianya.
  5. terbangunnya iklim persaudaraan, solidaritas dan kerjasana antar unsure-unsur umat Islam, serta iklim kebersamaan dan toleransi denen unsur-unsur umat lainnya.
  6. berjalannya kekuasaan secara efektif untuk mengembangkan kemaslahatan masyarakat dan memeliharanya dari berbagai bentuk kerusakan yang mengancamnya.
  7. Terbangunnya ruh persaudaraan islam internasional dan kerjasama di berbagai bidang untuk memajukan peradaban negeri-negeri muslim.
  8. kokohnya eksistensi dan peran dunia Islam dalam percaturan peradaban global.

 

Hal yang khusus dari dakwah thulbiyah adalah segmentasi unsur kekuatan yang dihimpunnya yaitu kalangan pelajar dan mahasiswa.

Kekhususan dakwah thulabiyah meliputi:

  1. Secara sosio demografis : kounitas kaum muda, terdidik, idealis, dinamis, terbuka dan progresif.
  2. wilayah akademik dan peran intelektualnya : komunitas yang bergumul dengan pemikiran, mengkritisi realitas sosial sebagai objek kajian dan merespon dinamika kehidupan masyarakat.
  3. peluang mobilitas vertikal dan horizontal dalam wilayah sosial, ekonomi, dan politik : para pemuda dalam siklus hidupnya memiliki kesempatan dan kemampuan untuk bergerak di masyarakat bawah dalam bentuk aktivitas pengabdian bergerak ke lingkungan profesi dan dan pelaku ekonomi, serta birokrasi dan organisasi-organisasi politik.

 Tujuan dakwah thulabiyah:

  1. membangun sekolah dan kampus sebagai unsure kekuatan dakwah dan perubah di tengah-tengah masyarakat, serta mencetak tokoh-tokoh intelektual muslim.
  2. mengembangkan pemikiran dari opini yang ilimiah dan objektif dalam dinamika kehidupan sosial politik dan kebudayaan masyarakat menuju pemangunan peradaban islami.
  3. mengokohkan langkah-langkah perubahan sistemik di berbagai bidang kehidupan, agar sejalan dengan nilai dan prinsip ajaran islam.
  4. mengembangkan bangunan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tepat dan unggul untuk mendukung perwujudan proyek peradaban umat.
  5. mengembangkan wacana strategis keumatan untuk mendorong terwujudnya persatuan umat dan eksistensi umat di percaturan peradaban global.

 

Penjabaran sasaran-sasaran operasional dakwah tulabiyah.:

  1. terbangunnya secara luas kesadaran dan pemahaman islam di kalangan masyarakat sekolah dan kampus
  2. tersiapkannya kader-kader dakwah thulabiyah yng siap mengemban misi keilmuan, keintelektualan, dakwah dan peran-peran perubahan.
  3. terbangunnya iklim kehidupan keilmuan dan kebebasan dakwah di sekolah dan kampus
  4. terberdayagunakannya secara efektif dan efisien berbagai sarana untuk pengembangan dakwah, pembangunan pemikiran dan opini islami serta untuk penyadaran dan pendidikan politik masyarakat.
  5. berkembangnya berbagai infrastruktur gerakan intra maupun ekstra untuk mengefektifkan wilayah pengaruh dan memperbesar kekuatan perubah bagi misi dakwah Islam.
  6. terbangunnya hubungan dan kerjasama sengan barbagai unsur yang memungkinkan bagi perwujudan sasaran-sasaran kerja di bidang keilmuan, profesi, dakwah dan sosial politik.

 

Integritas amal dakwah thulabiyah

Integritas terwujud dalam bentuk:

  1. adanya keterpaduan dan sinkronisasi sasaran-sasaran tahapan yang dicanangkann dakwah thulabiyah dengan sasaran dakwah secara umum.
  2. adanya komunikasi, koordinasi dan evaluasi yang kontinu dan integratif antara dakwah thulabiyah dengan harakah islamiyah.
  3. adanya proyeksi dan pengarahan SDM dakwah yang jelas dan terencana bagi penyiapan penyiapan aktivis dakwah thulabiyah dan pengembangan dakwahnya
  4. adanya proyeksi dan pengarahan yang jelas san terencana dalam mentransformasi mobilitas vertikal aktifis dakwah thulabiyah ke wilayah kemasyarakatan, profesi, dan politik.
  5. disepakatinya ruang aktivitas yang lebih luas dan besar bagi dakwah thulabiyah untuk mengembangkan wilayah pengaruh dakwahnya.
  6. tersedianya program bersama bagi peningkatan dan pengembangan kualitas dakwah thulabiyah di berbagai bidang.

 

Kenapa harus pelajar dan mahasiswa?

Karena di dalam diri mereka terdapat:

  1. kekuatan pemuda
  2. memberi tanpa berpihak
  3. kelompok yang selalu bekerja
  4. pria dan wanita
  5. syuro tanpa sikap diktator
  6. bersifat internasional

 

Mata rantai medan dakwah thulabiyah

dakwah ini dimulai dari tingkat SMP, SMA, dan dilanjutkan di perguruan tinggi.

Urgensi dakwah kampus karena:

  1. kampus tempat berkumpulnya para pemuda untuk waktu yang cukup lama
  2. mahasiswa adalah kelompok pilihan di tengah masyarakat
  3. kampus merupakan gudang ilmu dan rumah untuk penelitian.
  4. dakwah kampus merupakan wadah paling strategis bagi pencetakan kader dan melahirkan pemimpin
  5. gerakan mahasiswa adalah aktivitas paling luas di dunia
  6. kampus adalah lingkungan yang terbuka dan bebas bagi berbagai bentuk pengembangan
  7. mahasiswa memiliki ruang interaksi dan mobilitas yang luas, baik vertikal maupun horizontal
  8. mahasiswa adalah calon-calon orang tua masa depan bagi generasi pelanjutnya.

 

Orientasi kerja dakwah kampus:

  1. Pencetak kader Islam
  2. pendayagunaan kader-kader harakah islamiyah
  3. pengembangan basis kekuatan
  4. pengokohan lembaga dan organisasi dakwah kampus
  5. pengembangan proyek-proyek keilmuan dan teknologi islami
  6. perluasan dan penguatan peran-peran sosial politik
  7. penggalangan kerjasama berskala luas

 

Output yang diharapkan dari dakwah kampus :

  1. kader-kader islam dalam berbagai fungsi dan peran sosialnya : ilmuan, intelektual, da’I, professional, pemimpin
  2. organisasi dakwah kampus yang solid dan berpengaruh
  3. berbagai media masa yang efektif dalam penyebarluasan opini, pemikiran, dan kebudayaan Islam.
  4. Iklim kehidupan kampus yang dinamis dan terbuka
  5. jaringan dakwah kampus yang luas dan efektif

 

Manajemen dakwah thulabiyah

Tujuan manajemen dakwah :

  1. mengganikan prinsip prasangka dan perkiraan menjadi ilmu dan keyakinan dalam amal
  2. menciptakan keserasian dalam gerak kolektif
  3. merealisasikan prinsip ta’awun dan amal jama’i
  4. memberi ruang bagi pengembangan diri.

 

Prinsisip-prinsip manajemen dakwah :

  1. satu visi satu misi
  2. keterikatan individu dengan tujuan bersama
  3. satu kepemimpinan
  4. kepemimpinan yang bertanggung jawab
  5. rantai kepemimpinan
  6. pembagian kerja
  7. ketepatan dan ketetapan jabatan/tugas.
  8. kedisiplinan
  9. sentralisasi dan otonomi
  10. ketepatan / proporsionalitas
  11. obyektivitas
  12. inisiatif dan konstruktif
  13. penghargaan
  14. keprajuritan dan loyalitas

 Tahapan manajemen dakwah :

  1. perencanaan: menghitung potensi SD, menentukan kebijakan dan tujuan umum, menyusun skala prioritas, menentukan sarana, menentukan batasan waktu, merencanakan anggaran dan kebutuhan
  2. pengorganisasian: pembagian tugas, penentuan tanggungjawab, penentuan wewenang, peningkatan kemampuan elemen menejerial.
  3. pengarahan dan dorongan: membuka saluran informasi dan hubungan, membangun hubungan berkesinambungan, meningkatkan kondisi manawiyah, memberi contoh dan teladan, memberi ruang inovasi dalam sarana dan prndekatan.
  4. kontrol dan evaluasi: menentukan standar ukuran evaluasi, melakukan supervise pelaksanaan dan koreksi.

 

Perencanaan strategis dakwah adalah setiap upaya terstruktur dan efektif untuk mencapai kemampuan dan kerja, yang dapat menggambarkan hakikat sebuah lembaga, apa yang harus dilakukan dan mengapa hal itu harus dilakukan.

 

Tarbiyah islamiyah dalam dakwah thulabiyah

Urgensi tarbiyah islamiyah :

            Ada dua tugas besar yang diberikan Islam kepada setiap manusia, yaitu : beribadah kepada Allah SWT dan menjalankan fungsi kekhalifahan di muka bumi.

            Tujuan tarbiyah Islamiyah :

Membentuk manusia untuk mau dan mampu beribadah kepada Alah SWT dan menjalankan fungsi kekhalifahannya di muka bumi.

 

Sasaran tarbiyah thulabiyah :

  1. Ahdaf marhaliyah (sasaran-sasaran yang ditahapkan)
  2. tadarujjiyah ( proses yang bertahap namun berkesinambungan)
  3. waqi’iyah ( sasaran yang ditetapkan juga mempertimbangkan realitas)

 Model Tarbiyah Thulabiyah :

  1. Tarbiyah ta’limiyah (tahmidiyah) :  fase awal interaksi dakwah yang bersifat umum dan terbuka, untuk membentuk suluk dan akhlaq islami serta wawasan dasar keislaman.
  2. Tarbiyah Takwiniyah                 :  proses tarbiyah di fase lanjutan interaksi dakwah yang bersifat khusus untuk mengokohkan kepribadian islami dan membentuk kepribadian da’i.
  3. Tarbiyah Tanfidziyah                 :  proses tarbiyah di fase pelaksanaan kerja dakwah yang bersifat khusus untukmembekali dan menigkatkan kemampuan kerja dakwah para aktifis.

Profil aktivis dakwah thulabiyah sesuai muwasshofat tarbiyah:

  1. Salimul-aqidah (aqidah yang bersih)
  2. shahibul-ibadah (ibadah yang benar)
  3. Matinul-Khuluq (akhlak yang kokoh)
  4. Qawiyyul-jism (tubuh yang kuat)
  5. Mutsaqqaful-fikri ( wawasan pemikiran yang luas)
  6. munazhamun fi syu’nihi (tertata segala urusannya)
  7. Qadirun ‘alal-kasbi (mampu menghidupi dirinya)
  8. Mujahidun li-nafsihi (bersungguh-sungguh atas dirinya)
  9. Nafi’un li-Ghairihi (bermanfaat bagi orag lain)

 

Politik dakwah Thulabiyah

Politik dakwah :   garis-garis besar yang harus dijalankan oleh amal thulaby untuk mencapai sasarannya. Oleh karena itu, keberadaan politik dakwah thulabiyah mutlak diperlukan untuk membingkai kerja, dan melindungi amal thulaby dari penyimpangn internal dan eksternal.

 

Banyak sekali problematika yang dihadapi seputar dakwah thulabiyah. Diantara Qadhaya yang muncul :

  1. Kurangnya aktifis dakwah dalam jumlah yang cukup untuk melaksanakan seluruh program-program dakwah
  2. melemahnya komitmen dan produktifitas amal dakwah para aktifis
  3. rendahnya kualitas menejemen kerja dan kepemimpinan
  4. kesulitan rekruitmen objek dakwah karena kendala akademik dan lainnya
  5. lemahnya tingkat penguasaan amal dakwah khususnya dlama aspek manhaj dan sarana tarbiyah.
  6. macetnya proses kaderisasi dan kesinambungan kerja dakwah
  7. kesulitan mengoptimalisasi kerja-kerja kelembagaan dan mobilisasi unsur pendukung
  8. adanya tarik menarik kepentingan antra amal tharbawi dengan amal da’awi lainnya
  9. tersedotnya sebagian besar potensi dakwah untuk amal siyasi
  10. lemahnya kemampuan komunikasi dan kompetisi dengan unsur-unsur gerakan lain

 

Prinsip yang diharapkan mampu membantu penyelesaiannya adalah :

  1. mengenali medan dakwah sebaik mungkin dan mengenali potensi kekuatan dakwah seobjektif mungkin.
  2. mencatat persoalan-persoalan yang dihadapi, bicarakan secara seksama dalam forum rapat koordinasi dan evaluasi rutin
  3. tugaskan orang-orang tertentu yagn komprehensif menganalisis qadhaya dan merumuskan rekomendasi solisinya.
  4. menetapkan mekanisme pemecahan masalah berdasarkan : bobot dan skala masalah, level dan lingkup munculnya masalah, jenjang otoritas penanganan masalah, pola supervise dan evaluasi penganganan masalah, dokumentasi, syuro untuk pemecahan masalah, mengemukakan pandangan, bersikap tsiqah.
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 13, 2014 in Uncategorized

 

Resume: Al-Qiyadah wal Jundiyah (Mushthafa Masyhur)

Kewajiban beramal jama’i

Kewajiban beramal jama’idilakukan dalam memenuhi kewajiban setiap muslim untuk berusaha mewujudkan dan menegakkan kembali Daulah Islamiyah ‘Alamiyyah, suatu negara Islam yang bersifat internasional. Di mana untuk mewujudkannya memerlukan sebuah jamaah islam yang tersusun rapi dan kuat. Hukumnnya wajib sesuai dengan Q.S Ali-‘Imran:103

Jamaah harus memiliki manhaj untuk mencapai tujuannya, manhaj yang jelas dan bergerak menurut manhaj tersebut. Pemimpin (Al-Qiyadah) adalah yang menentukan tujuan, tempat berkumpulnya segala macam informasi. Pemimpin bertugas memikirkan dan mengkaji setiap masalah yang dihadapi. Pimpinan harus dihormati dan ditaati. Pembentukan dan persiapan anggota dilakukan secara berangsur-angsur (tajarrud), melalui tahap pengenalan (ta’rif), pembentukan (takwin) dan pelaksanaan (tanfidz).

Ciri-ciri seorang muslim yang dipersiapkan sebagai anggota jama’ah atau prajurit (Al-Jundi) yaitu memiliki muwasshofat tarbiyah; aqidahnya lurus, ibadahnya benar, berakhlak mulia, berfiikiran cerdas, bijak, berbadan sehat dan kuat serta berguna bagi manusia, mampu bergerak dan berjuang, berdisiplin dalam segala hal, menjaga waktunya, bermujahadatunnafs dan memiliki faktor-faktor asasi sebagai pejuang Muslim.

Amanah dan tanggung jawab pemimpin

Beratnya tanggung jawab pemimpin dikarenakan :

  1. berkembangnya gelanggang pergerakan dan bertambahnya cabang jama’ah
  2. besarnya tujuan dan cita-cita yang akan dicapai
  3. semakin banyaknya jumlah anggota jama’ah
  4. pemimpin bertanggungjawab meberi arahan kepada anggota untuk menjalankan langkah-langkah gerakan dan mencapai hasil di bidang dakwah
  5. produktivitas yang dihasilakn atas usaha jamaah besar pula
  6. semakin kompleksnya persoalan dunia Islam dan saling berkait serta perlu ditangani dengan cepat.
  7. seluruh ummat Islam yang berjuang menaruh harapan dan meletakkan cita-cita kepadanya
  8. panjangnya jalan dakwah serta banyaknya rintangan dan liku-likunya.
  9. hebatnya tantangan yang dihadapi harakah islamiyah
  10. perbedaan karakter tahap dakwah yang sedang dilaluinya.

 

Hal-hal yang membantu terlaksananya tugas pimpinan

  1. ikhlas karena Allah semata serta selalu berkata benar dan jujur kepadaNya
  2. peka terhadap pengawasan dan penjagaan Allah yang terus menerus terhadap seluruh waktu dan amal usahanya.
  3. memohon pertolongan dan perlindungan Allah dalam seluruh keadaan dan aktivitasnya.
  4. memiliki rasa tanggung jawab besar yang dapat mendorongnya untuk selalu menjaga diri dalam memgang amanah
  5. memberikan perhatian yang cukup kepada masalah pendidikan (tarbiyah),menyiapkan kader dan calon pengganti,
  6. terjalinnnya rasa kasih saying dn ukhuwwah yang tulus di kalangan anggota jamaah, khususnya antara anggota dan pimpinan
  7. benar-benar merencanakan program yang tepat, menentukan tujuan, tahapan, cara, sarana, persiapan-persiapan yang sesuai dengan kemampuan.
  8. para pemimpin pada tingkat cabang atau derah dan setiap anggota jamaah harus merasakan bagaimana beratnya amanah dan tanggung jawab pimpinan pusat dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya
  9. sungguh-sungguh menyalakan cita-cita, mengukuhkan tekad dan membangkitkan harapan di kalangan anggota jamaah

 

Akhlak dan sifat-sifat yang harus dimiliki pemimpin :

  1. senantiasa mengharapkan akhirat dengan ikhlas karena Allah semata
  2. berdaya ingat kuat, bijak, cerdas, berpengalaman luas, berpandangan jauh dan tajam, berwawasan luas, mampu menganalisis berbagai persoalan sari segala sisi dan dan tepat dan cepat menrapkan hasil analisanya dengan baik.
  3. berperangai penyantun, kasih saying, lemah lembut, dan ramah. (QS Ali-Imran:159)
  4. bersahabat
  5. berani dan sportif, tidak pengecut dan membabi buta.
  6. Shidiq (benar dalam berkata, sikap, dan perbuatan)
  7. tawadhdhu (merendahkan diri dan tidak membanggakan diri kepada manusia) (QS. Assyu’ara:215)
  8. memaafkan, menahan amarah dan berlaku ihsan (QS Ali Imran:134)
  9. menepati jannji dan sumpah setia (QS Al-Ahzab :23-24)s
  10. Sabar (QS Al-Baqarah : 153)
  11. Iffah dan kiram (kesucian jiwa dan tidak mudah tunduk kepada hawa nafsu dan kecenderungan yang mengotori jiwa) (QS Al-Hasyr : 9)
  12. wara’ dan zuhud
  13. adil dan jujur
  14. tidak mengungkit-ungkit dan menyombongkan diri
  15. memelihara hal-hal yang dimuliakan Allah (QS. Al Hajj : 30)
  16. berlapang dada dan tidak melayani pengumpat dan pengadu domba
  17. tekad bulat, tawakkal dan yakin (QS At-Thalaq :3)
  18. sederhana dalam segala hal
  19. bertahan dalam kebenaran dengan teguh dan pantang mundur
  20. menjauhi sifat pesimistis dan over estimasi

 

Tabi’at gerakan dan medan yang perlu diperhatikan seorang pemimpin :

  1. harus beriltizam dengan tujuan berdirinya jamaah
  2. memelihara keuniversalan tujuan dan medan gerakan dengan seluruh konsekuensinya
  3. perlu menjaga tabiat tahapan dakwah islamiyah dengan segala tuntutannya
  4. kewajiban memberikan perhatian serius terhadap pendidikan (tarbiyah) di setiap peringkat
  5. memperhatikan seluruh aktivitas politik
  6. harus mengawasi sikap jamaah dalam jamaaa-jamaah lainnya
  7. tahap perjuangan lebih ditekankan kepada bentuk jihad dan menegakkan hukum Allah di seluruh aspek kehidupan.
  8. mempersiapkan seluruh masyarakat untuk menjadi asas kuat bagi tegaknya hukum dan pemerintahan Islam yang mantap dan utuh
  9. wanita muslimah dapat memainkan peranan penting dalam amal islamy
  10. memperhatikan generasi muda dengan mendidik kepribadin Islamnya.
  11. sungguh-sungguh dalam mewariskan dakwah kepada generasi mendatang
  12. gerakan dakwah meliputi berbagai negara, bangsa dan warna kulit.
  13. dana adalah urat nadi amal islamy
  14. memnfaatkan sebaik-baiknya pengalaman dan gerakan dan realitas keragaman aktivitas islami.

 

Beberapa petunjuk dalam bergerak :

  1. Memberi perhatian menyeluruh
  2. Memiliki kepercayaan kuat terhadap tugas-tugasnya
  3. Perlu program kerja lengkap
  4. Tepat dalam memilih petugas
  5. Pemimpin mengatur segala waktu dan urusan seefektif mungkin
  6. Selalu sadar dan tanggap
  7. Sekatan dan tekad yang kuat
  8. Perhatian kepada usaha yang sangat diperlukan
  9. Menghindari memberikan satu pendapat saja
  10. Menjauhkan jamaah dari permusuhan golongan
  11. Senantiasa mengingatkan anggota Muraqabah Allah
  12. Harus percaya akan ketinggian moral anggota yang betugas
  13. Tidak boleh membatasi aktivitas semata-mata untuk masa yang sekarang
  14. Meningkatkan cara kerja
  15. Bertanggung jawab menilai dan mengevaluasi amal dan hasil setiap saat
  16. Tidak boleh membangga-banggakan kemampuan
  17. Konsentrasi pada seluruh aspek tugas
  18. Perlu kelayakan untuk menghadapi situasi kritis
  19. Perlu kepercayaan
  20. Menjauhkan konflik dengan orang lain
  21. Memelihara semangat dan mengontrolnya
  22. Melindungi jamaah dari munculnya aliran pemikiran yang bertentangan dengan khitanah jamaah
  23. Tidak memandang suku bangsa
  24. Menyelesaikan pemasalahan dengan tenang dan bijak
  25. Dapat menyerahkan kepemimpinan kepada orang yang dirasa lebih layak

 

Petunjuk pergaulan antara pemimpin dan anggota :

  1. Pemimpin harus pandai memilih orang yang layak dalam memegang jabatan dan menyelesaikan persoalan tertentu
  2. Tidak pesimis dan buruk sangka
  3. Bergaul dekat dengan para anggota
  4. Memperbaiki pembagian tugas dan spesialisasi
  5. Memudahkan, mengatur dan menetukan jalur komunikasi
  6. Meningkatkan posisi kepemimpinan dan melatih anggota sesuai bidangnya masing-masing
  7. Memeberi kebebasan menentukan cara dan sarana pimpinan tingkat cabang dalam melaksanakan tugas
  8. Membangkitkan semangat kerja sama
  9. Membiasakan bermusyawarah dengan para partnernya
  10. Menentukan keputusan dan perintah yang hendak dilaksanakan
  11. Adanya pertemuan rutin degan petugas terkait
  12. Memerhatikan setiap rangkaian komunikasi
  13. Mengkaji setiap permasalahan yang muncul
  14. Waspada dalam bertindak
  15. Memperhatikan setiap pengemban amanah, menegur bila melakukan kesalahan
  16. Mendorong dan meningkatkan semangat
  17. Bekerja semata-mata karena Allah
  18. Memiliki pengetahuan lengkap tentang gerakan
  19. Meminta pandangan anggota untuk kelancaran gerakan dakwah
  20. Menguasai bidang untuk dapat mengemban amanah di dalamnya
  21. Sabar dalam perjalanan dakwah
  22. Pemimpin meningkatkan moral anggotanya jika terjadi peristiwa yang menyakitkan atau kekalahan

 

Keanggotaan dan tuntunannya

Persyaratan pokok seorang aktivis :

  1. Memahami benar arti komitmennya kepada Islam
  2. Mengenal karakter tahapan dakwah yang sedang dijalaninya dengan segala tuntunannya
  3. Meyakini seyakin-yakinnya kembali kepada kitabullah dan Sunnah Rasulullah SAW
  4. Yakin akan kewajiban bergerak membangkitkan iman di dalam jiwa manusia
  5. Seorang muslim harus mengetahui sejelas-jelasnya bahwa amal usaha menegakkan Daulah Islamiyah adalah kewajiban setiap muslim
  6. Mengetahui bahwa kewajiban ini tidak mungkin terlaksana dan tercapai hanya dengan usaha perseorangan atau sendiri-sendiri
  7. Amal jama’I merupakan persoalan yang wajib ditunaikan
  8. Menyadari perlunya memilih jamaah yang akan dimasukinya
  9. Sebelum memilih suatu jamaah, harus meneliti sifat-sifat asasi jamaah tersebut
  10. Setiap muslim harus mengetahui bahwa dasar islam adalah kesatuan kata dan shaff
  11. Memilih jamaah dengan kesadaran sendiri tanpa paksaan
  12. Harus mengetahui bahwa amal jamai memiliki syarat dan keiltizhaman yang harus diketahui
  13. Dasar amalan semata-mata karena Allah SWT
  14. Setiap anggota jamaah harus menyadari akan kebaikan yang tak ternilai dengan penggabungannya di dalam angktatan yang memperjuangkan Islam secara benar
  15. Setiap muslim harus mengetahui bahwa persoalan terpenting di jalan dakwah ialah kesadaran terhadap pengawasan Allah SWT

Beberapa Keharusan dan Prilaku Anggota yang Harus Ditegakkan :

  1. Seorang Muslim harus berusaha menjadi seorang Mu’min yang teguh dan yakin terhadap ‘Amal Jama’i dengan segala tuntutannya
  2. Muslim harus mengetahui secara mendalam segala ketentuan jama’ah
  3. anggota jama’ah harus melengkapi diri dengan berbagai bidang kemampuan
  4. berniat ikhlas karena Allah semata dan terhindar dari penyakit-penyakit bathin
  5. harus mengetahui bahwa keiltizhamannya dengan arahan dan sistem jamaah adalah persoalan asasi
  6. anggota jama’ah harus menjadi pelindung terpercaya terhadap tujuan jama’ah
  7. anggota jama’ah harus berani menempatkan dirinya di barisan jihad fi sabilillah
  8. anggota jama’ah berkewajiban menanam dan mempersubur benih cinta mencintai di kalangan sesama anggota serta memperkuat persaudaraan karena Allah
  9. Anggota jama’ah harus membiasakan diri melaksanakan setiap perintah pimpinan jama’ah
  10. Seorang anggota jama’ah harus benar-benar memberikan kepercayaan penuh pada pimpinan jama’ah

 

Aturan dan Adab Pergaulan Pimpinan dan Anggota

  1. Saling menghormati, menghargai, dan menasihati
  2. Adab pergaulan dan perbincangan. Orang yang pertama mengajak bicara harus menghadap kepada yang diajak bicara, mengucapkan kata-katanya dengan jelas dan wajar. Orang yang mendengar harus juga menghadap orang yang mengajak bicara, diam mendengarkan pembicaraan dan memperhatikan dan tidak memotong pembicaraan sebelum selesai
  3. Saling mempercayai dan berbaik sangka
  4. Saling menasihati
  5. Saling mencintai dan bersaudara
  6. mempererat hubungan antara pemimpin dan anggota
  7. pergantian kepemimpinan dilaksanakan dengan lapang dada
  8. Tunduk di bawah hukum Allah dan Rasul-Nya
  9. Mengkaji berbagai harakah dan mengembangkan pengalaman

 

Sistem dan Peraturan

  1. Mekanisme kerja dan peraturan harus berada dalam kerangka dasar-dasar Islam
  2. Seluruh sistem dan peraturan harus dipandang sebagai sarana dan alat untuk menyusun dan mengatur kerja dan gerakan
  3. Jama’ah harus bergerak sesuai hasil syura, ketentuan dan polesi pimpinan
  4. Terbentuk bidang gerakan yang dierlukan di setiap kegiatan
  5. Peraturan bertujuan untuk mengelakkan kekacauan aktivitas yang dapat mengganggu atau bahkan menghancurkan program
  6. Peraturan harus mencakup cara perbaikan bagi setiap kelalaian dan kesalahan
  7. Menyusun peraturan dan sistem perlu diperhitungkan keluwesannya, sehingga dapat memudahkan jama’ah bergerak meraih keberhasilannya

 

Pengendalian Pertemuan-Pertemuan

  1. Pertemuan-pertemuan yang diselenggarakan adalah bagian dari beribadah kepada Allah swt
  2. Sebaiknya setiap pertemuan dimulai dengan berdzikir kepada Allah, memohon perlindungan kepada-Nya dari gangguan syetan
  3. Agar pertemuan berjalan tepat waktu, harus benar-benar mempersiapkan segala sesuatunya
  4. Harus teliti dalam menyampaikan informasi mengenai waktu dan tempat diadakannya pertemuan
  5. Setiap anggota majlis harus bersungguh-sungguh menghadiri tepat pada waktunya, kecuali berhalangan
  6. Bila suatu pertemuan telah disetujui, perlu ditentukan waktu dimulainya pertemuan, agar setiap anggota dapat mengatur waktu dan kerjanya
  7. Perlu ditentukan agenda pertemuan dengan menulis di papan tulis
  8. Pimpinan pertemuan harus bijak dalam memelihara tata tertib pada waktu berlangsungnya pembahasan acara
  9. Pimpinan acara harus dapat mengarahkan fikiran terhadap agenda pembahasan
  10. Sebelum ditutup hendaknya hasil-hasil keputusan siding dibaca ulang dan ditetapkan waktu dan tempat pertemuan yang akan datang

Wallahu a’lam bisshowwab

AQJ

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 24, 2014 in Dakwah

 

[Repost] Suara Cerita by Kurniawan Gunadi & dr. Fina

Matahari

Tahu sulitnya menjadi aku ketika kau menjadi matahari?

Aku yang mau tidak mau harus bertemu denganmu setiap hari. Meski malam kelam, esok kau pasti datang. Mustahil menghindarimu sekalipun aku pindah ke bulan.

Setidaknya aku belajar banyak hal. Aku belajar bagaimana menghadapimu saat pagi tiba. Saat kita mau tidak mau harus berjumpa. Meski harus menenggelamkan perasaan di dasar lautan. Kau mungkin tidak tahu bagaimana tertekannya perasaan itu di dalam laut sana.

Lalu, aku juga belajar bagaimana menghadapimu saat kamu pergi di sore hari. Aku belajar bagaimana rindu tidak membuatku menjadi mati. Menghabiskan malam tanpa tidur dan mimpi indah hanya karena pertemuan siang tadi.

Seperti itulah menyimpan perasaan.

Aku belajar bersiasat. Bertemu denganmu seolah tidak terjadi apa-apa. Kau mungkin tidak tahu, aku kadang sedih saat langit bersekongkol menggagalkan pembicaraan kita. Tapi aku menjadi belajar. Mungkin memang sebaiknya tidak perlu terjadi pembicaraan. Apa aku minta saja langit membuat hujan gelap sepanjang tahun?

Seperti itulah kiasan yang bisa aku jelaskan ketika aku bertemu denganmu. Aku tidak mungkin menghindarimu saat kamu menjadi matahari. Tapi aku belajar bagaimana caranya menghadapimu, juga mensiasati perasaanku.

Sampai kapan kau akan menjadi matahari seperti itu?

Temanggung, 3 Maret 2014 | (c) kurniawangunadi

Tidak Sekarang

Sebab yang mencintaimu tidak hanya aku, aku lebih baik memilih diam. Agar kau tidak perlu kerepotan menghindariku setiap kali bertemu. Agar aku bisa menjadi temanmu. Agar kau tidak khawatir bersamaku.
Sebab yang mencintaimu tidak hanya aku, aku memilih diam. Bukan berarti aku takut. Aku hanya tidak ingin menjadi orang yang banyak bicara. Lebih baik aku bersabar terhadapmu.
Aku tidak ingin kau merasa tidak nyaman berada di dekatku. Biarlah semua menjadi rahasia yang tidak seorang pun tahu. Tidak akan ada teman yang menggoda saat kita berada di tempat yang sama.
Kau bisa bebas bercerita dan bermain bersama. Tanpa perlu merasa apa-apa. Tanpa perlu susah payah menghindariku hanya karena perasaanku. Tidak perlu sungkan membalas pesanku hanya karena khawatir menimbulkan sesuatu.
Biarlah semua aku simpan rapi. Agar aku bisa menjadi temanmu saat ini. Dan kau bisa menghadapi hidupmu tanpa perlu memikirkan bagaimana perasaanku. Kita tetap bisa saling bercerita sepanjang kita mau tanpa kau merasa ragu. Kita tetap bisa bermain bersama dengan teman yang lain dalam satu meja, tertawa bersama, tanpa rasa canggung.
Biarlah semua seperti ini. Keadaan ini aku pertahankan bukan karena aku takut memulai. Aku justru takut merusak suasana di waktu yang tidak tepat. Tidak semua perasaan harus dikatakan saat itu juga bukan?
Aku akan menunggu.
 Temanggung, Jawa Tengah | 25 Desember 2013
(c)Kurniawan Gunadi

 

Ada Sejak Lama

Teruslah mencariku karena aku tidak pernah sembunyi. Kamu hanya sedang menutup mata, sedang teralihkan perhatian. Teruslah mencariku karena aku akan duduk menunggu. Pada sajadah panjang yang membentang dari langit hingga bumi.

Aku tidak pernah sembunyi, kamu hanya tidak berani. Tidak berani datang hanya untuk mengenalkan diri. Tidak apa-apa. Aku akan menunggu dengan buku-buku ditangan. Dan lembar-lembarnya adalah waktu yang telah aku habiskan.

Jangan pernah lelah mencariku, karena aku tidak pernah kemana-kemana. Kamu hanya perlu membuka diri, melihat dengan mata hati.

Aku ada di sini. Sejak lama. Menunggumu menyadari bahwa sebenarnya kamu terlalu jauh mencari.

————————————————————————————-

Bandung, 25 Januari 2014 | (c)kurniawangunadi

 

 

Untuk Sementara Waktu

KIta masing-masing sendiri untuk sementara waktu. Kesabaran adalah hal terbaik yang bisa kita pertahankan saat ini. Untuk sementara waktu saja. KIta biarkan hidup kita berjalan sendiri-sendiri. Meski kita merasakan hal yang sama saat ini. Biarkan saja itu mengalir seperti hujan yang jatuh.

Tidak perlu memaksakan waktu untuk bersama. Padahal waktu kita belum sampai. Tuhan menyampaikan pesan-Nya agar kita menjaga diri untuk sementara waktu. Kan semua hanya sementara?

Jika kamu kehilangan sabar. Aku mungkin akan kehilanganmu. Untuk sementara waktu jagalah hati kita masing-masing tetap berada pada tempatnya. Tetap berada pada perlindungannya. Sampai waktu dimana dia harus diberikan dan diterima oleh orang lain. Sampai waktu dimana kita akan menerima hal yang sama pula dari orang lain.

Untuk sementara waktu. Bersabarlah. Karena kesabaran adalah hal terbaik yang bisa kita perjuangkan saat ini. Bukankan untuk sementara waktu saja. Tidak lama, tidak akan menghabiskan seluruh hidup kita bukan?

(c)KurniawanGunadi

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 23, 2014 in Puisi

 

Peti Tua

Ada seorang pengemis muda, untuk mengemis dia memerlukan sebuah tempat duduk. Dia mencarinya di tempat sampah. Sampai dia menemukan sebuah peti bekas yang tertutup rapat.

“Aha, ini dia, cocok untuk tempat duduk saya.”

Akhirnya dia menggunakan peti bekas tersebut untuk mengemis di pinggir jalan.

Berpuluh-puluh tahun, peti tersebut menemani dia mengemis. Kini usianya sudah setengah abad dan masih tetap mengemis dengan duduk diatas peti tersebut. Sudah lebih dari 30 tahun dia duduk diatas peti tersebut.

Sampai suatu saat ada seorang pria yang menghampiri pengemis tersebut dan memberikan beberapa lembar uang. Sungguh si pengemis merasa senang sebab jarang sekali ada orang yang memberi sebesar itu.

“Terima kasih tuan, tuan sangat murah hati.”

“Sama-sama, mudah-mudahan bermanfaat untuk bapak.” kata orang yang dipangil tuan itu dengan ramah. Kemudian si tuan itu bertanya

“Ngomong-ngomong, apa isi peti yang bapak duduki?”

“Saya tidak tahu tuan. Paling kosong atau hanya sampah. Saya menemukannya di tempat sampah waktu saya masih muda.”

“Sudah coba dilihat?” Tanya si Tuan.

“Buat apa tuan repot-repot membuka peti ini.”

“Buka saja, mungkin akan bermanfaat untuk Anda.” kata si Tuan.

“Baiklah, kapan-kapan akan saya buka. Sekali terima kasih atas uang yang tuan berikan.”

“Sama-sama.” kata si Tuan sambil berlalu pergi.

Setelah si tuan pergi, pengemis pun jadi kepikiran. Apa sih isi kotak ini? Yah, selama 30 tahun dia tidak pernah membuka kotak tersebut.

Akhirnya dia memutuskan untuk membuka kota tersebut. Dia mengambil besi untuk membuka paksa kotak tersebut.

Setelah terbuka, si pengemis sungguh terperanjat, ternyata selama 30 tahun lebih dia menduduki…

Berkilo-kilo emas!!!

 

Lalu, bagaimana dengan kita?
Apakah kita pernah membuka “peti tua” kita sendiri?
Jangan berspekulasi, tapi lakukan.
insyaAllah selalu ada jalan dan keberkahan.
Jangan sampai kita termasuk orang yang merugi karena menyia-nyiakan waktu.

🙂

Jakarta, 08 Desember 2011

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 20, 2014 in Uncategorized